Rabu, 29 Januari 2014

Passion


Writing is a passion for me. Dan aku juga suka banget nonton film dan baca buku. Jadi, ceritanya, aku kemarin nonton film-nya Hilary Duff—Beauty and The Briefcase, which was totally gawjess, because it reminded me with my old dream, to be a bestseller writer or freelance-reporter in magazine. Karena ceritanya tentang seseorang yang ingin bekerja di majalah Cosmo, rasanya langsung pas aja waktu nonton. Karena sejujurnya aku adalah freelancer di sebuah koran lokal, and being a writer is pretty fun. You can write a topic and put your own thoughts on it—in a smart way, of course.

Well, I won’t write a review ‘bout that one, tapi aku ingin kembali menjelajah ruang waktu mengenai apa saja yang udah aku lewati selama 17 tahun terakhir. Dan syukur, Alhamdulillah, aku adalah jenis orang yang berani untuk men-challenge diri aku. Aku selalu tahu apa yang kumau. Dan aku bisa menentukan arah apa yang akan aku tuju untuk ke depannya. Yah, tentu nggak semulus itu. Tapi aku cukup pede untuk survive di tempat lain, I hope so, lol.

Ngomong-ngomong survive, sebentar lagi aku bakal menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. So, I’ve to prepare everything for my national examination. Yes, everything. Pelajaran yang di UN-kan, percaya diri, kesiapan mental, fokus, dan pastinya memperbaiki iman. Haha, yang terakhir harusnya nggak usah disebutkan, ya. Karena kelihatannya beribadah hanya diperlukan pada saat-saat penting. Mostly, memang manusia seperti itu, dan aku pribadi juga kadang demikian. Tak diragukan. Yah, aku nggak meratakan semua seperti itu, sih. Hanya saja kan, manusia kadang suka lupa dengan siapa yang sudah membuatnya bahagia dan sukses. Bukan manusia-manusia yang terkait dengan kebahagian yang di dapat, tapi Tuhan lah yang patut diucapkan terima kasih, sebuah rasa syukur. Oke, aku jadi kelihatan kayak ustadzah sekarang-_-

Kembali ke menjelajah waktu dan survive. Uhm, aku ini bisa dikatakan a dreamer,the good one, haha. Sejak kecil, aku nggak pernah bercita-cita jadi dokter, guru, polisi, pilot, atau hal-hal general seperti itu. Aku bercita-cita jadi peneliti bintang di Bosscha, Bandung. Cool, eh? Hahaha, pardon my narcissism :p hal itu kudapat dari menonton film Petualangan Sherina. Remember? Saat Sherina bersembunyi di Bosscha, dan terdapat teleskop raksasa di sana. It took my breath away, rasanya pasti keren sekali kalau aku menggunakannya untuk melihat benda langit. And, yeah, I got a serious-curious illness type, haha. Jadi kupikir, untuk mendapatkan akses ke Bosscha, aku harus menjadi seorang peneliti bintang atau angkasa. Bayangkan, seorang anak berumur 6 tahun bisa berpikir sejauh itu. Kurasa aku mengalami penuaan dini saat itu-_- atau kecerdasan dini? :p haha, lagi-lagi narsis, maaf-maaf hehe.


Aku terus menyimpan mimpi itu hingga aku tamat SD. Saat memasuki SMP, ibuku memberi pengertian bahwa menjadi peneliti bintang tidaklah mudah. Setelah kupikir-pikir, mungkin perkataan ibuku ada benarnya. Namun, tetap, mimpi itu masih ada. Hanya, kusimpan baik- baik di dasar hati. Siapa tahu aku berkesempatan mengunjungi Bandung dan menginjakkan kakiku di Bosscha, amin!!

Saat SD adalah saat-saatnya aku menggilai komik. Aku mengoleksi komik Naruto dari volume 8-40an beserta komik genre romance atau fights. Tapi semua komik itu kandas begitu saja karena dibuang oleh ibuku tanpa sengaja-_- ya, sangat disayangkan. Kalau dihitung-hitung aku sudah mengeluarkan uang ratusan ribu untuk mengoleksinya haha. Kemudian, aku mulai beradaptasi dengan gambar-gambar itu. Berhubung aku senang menggambar sejak kelas 3 SD dan berlatih cukup keras untuk memperbaiki “kualitas”-nya, jadi aku mencoba untuk menggambar manga atau seni gambar ala komik Jepang. Dari sana, aku menemukan passion baruku; menggambar komik. Aku juga cukup pede untuk urusan satu ini, haha. Aku berusaha untuk mengembangkan hobiku. Ada beberapa teknik dalam penggambarannya yang tak bisa kuterapkan karena keterbatasan alat yang tidak beredar di Indonesia. It’s a lil’ bit hard, but I’ve tried my best so far. Alhamdulillah, hobiku ini masih kutekuni sampai sekarang :) aku pernah mencoba untuk membuat satu komik, sudah setengah jalan, namun berhenti karena tidak sempat meneruskannya. Akhirnya aku beralih dari komikus menjadi mangaka. Hehe, sama saja sih sebenarnya-_- hanya saja, aku menggambar just for fun, bukan untuk mengejar target komik seperti dulu.

Lulus dari SD, aku mengikuti ekskul basket saat kelas 1 SMP bareng Ryry dan Amalia Malik—one of my best buddy, dia sekarang masih bersekolah di pesantren Temenggung. Aku pun lantas bercita-cita menjadi pemain basket profesional. Nggak tinggi-tinggi kok sampai nasional, tingkat regional pun udah keren banget. Tapi, sayangnya, ayahanda melarang, huhu. Katanya ekskul basket bikin aku nggak fokus belajar. Jadi, saat akhir semester 1, aku resmi keluar dari ekskul itu. Dan kembali, mimpiku kandas, haha. Namun hal itu nggak bikin aku berhenti main basket. Still, I play it with my friends, and chill every moment with them.

I had a best time ever in Junior High. Karena aku bersekolah di SMP berkualitas RSBI dan masuk ke kelas khusus RSBI—yang notabene mentereng abis saat itu, jadi keren banget rasanya. Soalnya cuma 27 orang di kelasku. Kekeluargaannya kerasa banget. Aku masih ingat gimana kami selalu nunggu-nunggu dengan semangat tiap hari Sabtu, karena kami pasti goro bersihin kelas. Bersihin kelas, means mutar lagu favorit di DVD. Yeup, kelas khusus RSBI di fasilitasi TV, DVD, loker, dan AC di dalam kelas. Jadi berasa eksklusif gitu, haha. Kalau udah mutar lagu, pasti makin semangat bersihin kelasnya. Nanti, selesai goro, kami patungan beli aqua kotak buat diminum bareng-bareng. Keren abis. Duh, aku jadi pengen balik SMP lagi nih, haha. Belum lagi kalau sebelum pemantapan saat kelas 3, kami makan dan sharing bekal di samping kelas. Duduk berjajar ramai-ramai, mau cewek atau cowok pada gabung. Plusss, kalau ada yang bawa kaset bajakan yang seru, pasti diputar di kelas kalau kebetulan jam pelajaran lagi kosong. Merdeka banget, tuh. Hh, junior high~

Sebelum aku menginjak kelas 3 SMP, tepatnya kelas 2, salah satu temanku menyuruhku beralih dari mangaka dengan alasan “Menggambar benda hidup kan haram, Tar. Kenapa nggak coba jadi penulis?” Haha, IIm Fatimah namanya. Dia juga yang memperkenalkanku pada sebuah novel. Rasa ingin tahuku terusik, jadi aku mencoba untuk “menyelami”-nya. Semakin lama, tanpa kusadari, aku sudah jatuh terlalu dalam. Asik, haha. Jadilah aku penggemar novel dan berburu novel bersama  Ryry dan Amel. Nah, dari sinilah ketertarikanku dalam dunia menulis dimulai. Jeng, jengg! Aku merasa nyaman dan berlatih di setiap waktu yang kupunya. Ternyata lebih menyenangkan menuangkan perasaanku lewat tulisan, dan aku menyadari bahwa aku sangat baik mengungkapkan apapun lewat tulisan. Ditambah lagi sifatku yang hopeless-romantic semakin memudahkanku untuk menulis cerita cinta yang menye-menye. Haha, kapan-kapan aku post cerpenku ya ;)


Naik ke kelas berikutnya, saat aku kelas 3 SMP, ntah dari mana datangnya, benakku menangkap ide untuk mendirikan pondasi mimpiku berikutnya; menjadi owner café. Dan café-nya akan kuberi nama STALLION CAFÉ, sesuai dengan nama kelasku waktu itu. FYI, STALLION adalah singkatan dari Straight To an Amazing Loyal and Liberty Nine One. Haha, rada maksa ya? Maklum, namanya juga anak SMP :p aku berpikir untuk menjadi seorang entrepreneur saat itu. Akan tetapi, setelah aku mengenal pelajaran Ekonomi di SMA, aku mencoba mendatangi guru ekonomiku dan berkonsultasi mengenai rencanaku. Aku bertanya mengenai posibilitas usahaku jika aku menjadi pegawai di suatu perusahaan sekaligus menjadi owner sebuah café. Beliau mengatakan akan sulit mengendalikan dua pekerjaan seperti itu. Kalaupun tetap ingin, aku harus memberi seseorang kewenangan untuk menjalankan roda usaha—which means, orang itu adalah sosok yang benar-benar kupercaya, sedangkan aku nanti hanya menerima laporannya saja. Hmm, aku kembali berpikir matang tentang rencana yang sudah kususun dulu. Mungkin aku harus struggle banget, karena mengumpulkan modal dan semuanya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Jadi, sama seperti mimpi-mimpiku yang lain, aku simpan keinginan itu di dasar hati. Sembari berdo’a semoga semua yang kuinginkan mampu kucapai dan menemukan jalan yang dianugerahi olehNya, amin :)

And now, aku akan dihadapi oleh situasi yang lebih berat dibanding sebelumnya. Karena tentu saja yang akan kuambil adalah sebuah langkah besar yang akan menentukan masa depanku. Jika saat aku berumur 5 tahun, aku sangat ingin sekolah, ayah-ibuku bisa mencarikanku SD di kotaku. Saat SD, aku mendaftar sendiri SMP bertaraf RSBI di kotaku dengan teman-teman. Saat SMP, aku mati-matian berusaha masuk ke SMA yang kuinginkan, dan akhirnya aku mendaftar pula sendiri tanpa orang tua dengan teman-temanku yang lain. Sedangkan kuliah? Ya, aku tahu aku bisa mendaftar sendiri tentunya. Namun  aku bisa tenang dulu karena semua sekolah dasar dan menengahku ada di satu kota yang sama dan bisa kuraih tanpa harus mengeluarkan biaya banyak. Terkadang aku worry untuk hal-hal tertentu. You know, kalau kuliah di luar kota, tentunya banyak yang harus dilalui. Memulai semuanya dari nol. Benar-benar NOL, astaga, aku baru sadar sebesar apa masalahku yang harus kuhadapi kalau aku berhasil lolos SNMPTN nanti, hahaha.  Tapi aku nggak bisa mundur dan aku nggak boleh nyerah. Yang kubutuhkan adalah kebulatan tekad.

Hari ini udah H-75 Ujian Nasional. Hari-hari dengan cepat banget berlalu. Makin deg-degan pastinya. Fuhh, ya Allah, tiba-tiba nervous hahaha. Yah, semoga semuanya dilancarkan, ya. Amin :) dengan demikian, sekian cerita panjang dari Tari, The Daydreamer yang doyan banget ngayal plus lasak segalaksi. Terima kasih sudah sudi membaca. Masih ditunggu komen-komennya :D let’s share!

Loves
Author 

Selasa, 28 Januari 2014

Remember





                Hello, folks! Balik lagi sama author. Hmm, enaknya ngebahas apa ya kita? Karena belum ada kejadian yang menarik, mari kita bicarakan apa hot news yang merebak di sekolahku akhir-akhir ini. Ready?
                Berhubung aku sekarang sudah kelas 3 SMA, which means  akhir periode masa sekolahku, jadi teman-temanku sedang berunding (untungnya tidak di meja bundar, fufu) tentang tema buku tahunan yang akan kami ambil. Setelah melakukan birokrasi yang berbelit-belit dan menyita waktu (as usual), kami sepakat untuk mengambil tema Carnival Night. Woohoo! Sounds great, uh? Lokasinya sih masih di rundingkan (lagi), mengingat sedikit banget tempat bagus di Batam. Atau mungkin banyak, tapi kami saja yang tidak tahu, hehe. But, so far, lokasinya bakal di take di Megawisata Ocarina.

                Nah, berhubung pemotretan akan dilakukan bulan depan, tepatnya tanggal 15  Februari, jadi aku nggak bisa post dulu foto-fotonya. Coming soon, okay? Hehe. Tapi tetap, aku nggak sabar nunggu karena ini bakal memorable bangettt. Kenapa aku excited? Karena memang aku ini plegmatis-melankolis, jadi aku appreciate banget hal-hal seperti ini. Apa itu plegmatis? Melankolis? Aku bahas di lain waktu, ya. Promise ;)
                Ngomong-ngomong, aku juga pengen cerita sesuatu yang—uhm—agak sedikit mengarah ke curhat. Haha, iya-iya, ini soal cinta. Tapi bukan yang menye-menye-menyayat-hati-rada-lebay-bikin-geli, kok. Ini baru-baru terjadi, dan bikin rada nyesek juga. Apa itu?
                Yah, rasanya lucu, ketika ada seseorang yang dulu mampu membuatmu berhenti bernapas, mengaburkan logikamu agar terus bersamanya setiap milisekon, namanya bergaung dalam pikiranmu tanpa henti, dan merasakan hangat genggamannya di hatimu tanpa kau tahu kenapa, berputar 180 derajat menjadi seseorang yang kau—hm, hindari. Yeah, I realized that time heals. Jadi, buat lo-lo pada yang ngerasa belum bisa move on atau apalah itu namanya, satu kata buat lo, man… woles. Tahu woles? Itu kebalikan dari “selow”, atau bahasa slang-nya “slow”. Yeah, yeah, I know, Indonesia everyone.
So, balik lagi ke topik kita di atas.  Ketika mantan berubah menjadi teman, itu luar biasa. Kalau mantan jadi lawan, itu biasa. Selama ini, kalau ada yang putus, biasanya sih cold war dulu, alias perang dingin. Awkward, gengsi, nangis, cari pelarian, wah, ritual banget tuh. Tapi pasti kalian punya satu mantan yang—katakanlah “yang terbaik” di antara beberapa mantan, atau dari seluruh koleksi mantanmu selama ini. Umur-umur setara seperti aku sekarang ini pasti lagi seneng-senengnya larak-lirik cowok. Nggak usah muna, deh. Kalau cowok cakep lewat pasti dilirik juga, kan? Jelaaas, rejeki. Apalagi kalau mulai ada feeling  sama seseorang. Yah, walaupun nggak pernah sampai benar-benar suka, tapi setidaknya pernah “suka” dengan seseorang. Bagaimana “suka”-nya bisa kalian definisikan masing-masing. Nggak pernah suka?-_- duh, gimana ya, yaudah deh baca aja post-an ini sampai selesai. Kali aja ada manfaatnya gitu buat orang-orang di sekitarmu.
Mungkin, seiring dengan waktu, rasa yang tersimpan itu memudar perlahan tanpa kamu sadari. Ya, tanpa kamu sadari. Karena setiap detik jarum jam yang terlewat, kalian sudah bertemu dengan banyak orang, menjalani aktifitas yang berbeda, hang out, dan lain-lain. Dengan serangkaian perilaku yang kalian lakukan secara terus-menerus menggerus apa yang sudah lama terpatri, dan diganti dengan sesuatu yang baru, fresh from the oven. Pertanyaannya adalah; manakah yang akan kamu lahap, makanan yang tersimpan di lemari es, beku, dan hambar? Atau yang baru saja kalian beli di supermarket?
Mengapa beku? Mengapa hambar? Beku, karena terlalu lama disimpan dan malah tidak lagi kalian pikirkan namun tetap kalian simpan. Saat kalian menyentuhnya kembali, ia terasa dingin dan jauh. Hambar, karena kalian tak lagi mempersempit jarak yang sudah melebar. Yah, mungkin kalian pernah mempersempit jarak itu, tapi sebagai mantan yang tahu diri, nggak mungkin juga kalian manggil-manggil “sayang” satu sama lain di SMS, BBM, LINE, Whatsapp, Path atau apalah itu namanya. Kalau kalian masih manggil “sayang”? berarti kalian HTS-an. Karena itu di luar topik, jadi aku nggak akan membahasnya lebih lanjut.

                Mungkin, bagi kalian yang pernah mengalami, heran mengapa bisa-bisanya sebuah chat singkat dengan topik sepele mampu mengubah perasaan seseorang secepat kedipan mata—dalam hal ini cinta menjadi benci, atau illfeel, atau flat, atau apalah itu. Yah, mungkin karena faktor-faktor yang sudah kusebutkan sebelumnya; time heals, perasaan kita membeku dan hambar ketika kembali dihadapkan dengan orang yang sama. Sudah begitu, semakin diperburuk lagi dengan kelakuan dan perkataannya-_-

                Dan mungkin juga kalian yang membaca posting-an ini pernah mengalami hal yang lebih tragis. Tapi percayalah, ketika kau dicampakkan, jangan pernah meminta kembali. Karena aku sudah mengalami fase itu, jadi kusarankan saja ya, jangan. Pernah. Meminta. Kembali (oke, aku tahu aku udah ngomong ini dua kali-_-). Just… don’t. Atas nama apapun itu. Atas nama harga diri, R.A. Kartini, emensipasi wanita, atau apalah itu. Karena kalian lebih berharga untuk dijaga daripada dicampakkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Tunggu saja tanggal mainnya, Tuhan tidak tidur <--- kalimat andalan anti-galau, haha.
     
It's a yes



          Ah, ya satu hal lagi. Jangan mentang-mentang pacarmu kurus, lalu kalian seenaknya saja mengatai orang lain gendut dengan lantang. Jangan mentang-mentang pacarmu tajir, lantas kalian seenaknya saja mengatai orang lain payah karena pacaran dengan orang kurang mampu. Jangan mentang-mentang pacarmu bertampang oke, kemudian seenaknya saja kalian menjelekkan mereka yang berpacaran dengan yang tampangnya pas-pasan. Ingat, everything happened for a reason



         Kalian bisa aja pacaran sama yang bodinya kurus, tapi Tuhan nggak memberi waktu yang lama bagi hubungan kalian. Pacaran dengan orang yang tajir, tahunya dikatain matre. Pacaran sama yang tampangnya oke, malah diduain. Aku nggak menyumpahi kalian yang berpacaran dengan kualifikasi cowok/cewek di atas rata-rata, hanya saja, aku menghimbau agar jangan terlalu sesumbar dengan apa yang kalian punya dan menjelek-jelekkan orang lain. Karena yang sombong tidak akan dimudahkan jalannya oleh Tuhan. Membalikkan takdir bagiNya semudah kedipan mata. Jadi, lebih berhati-hati saja ke depannya dalam bertindak. Tapi satu hal yang pasti, sesulit apa pun masa yang sudah kalian lewati, sejauh apa pun jarak yang kalian lalui, cinta sejati akan menemukan jalannya kembali. Asik, haha, udah ah, jadi geli sendiri-_-

                Sooo, sekian sesi pembicaraan yang agak melibatkan emosi pribadi kali ini. Agak panjang dan melelahkan ya? Hahaha, maaf deeh. Untuk kalian yang udah mau habisin waktunya buat baca, sudilah kembali kiranya meninggalkan komen atau pesan-kesan yang positif lagi membangun di bawah posting ini. Kita bertemu di posting­-an selanjutnya.

Cupss,
Author 

Senin, 06 Januari 2014

OFFICIALLY 17th



         Alhamdulillah, tepat hari Minggu, 5 Januari 2013 kemarin aku berulang tahun ke-17. Asik, udah bisa bin KTP!! Akhirnyaa, nggak jadi yang “terbelakang” lagi di antara teman-temanku gara-gara belum 17 tahun, haha!


Pesta kecil-kecilan di rumah. Oke, muka Ryry lagi jelek banget, lol. maaf, Ry :p
    

From up-left to bottom-right; Me, Tiwi, Ryry, Inka, Lia, Siti, Vanya, Afi, Amel. Minus Ficky dan Acha yang nggak datang dan Juntet yang telat datang.
  
         Jadi, untuk merayakannya, Ibuku beride untuk menyelenggarakan pesta kecil-kecilan di rumahku. Ngundangnya sih nggak banyak, Cuma anak-anak Angin Surga aja, plus (ehem!) pacar dan temen pacar, dan pacar-pacarnya anak-anak Angin Surga. Siapakah mereka? Apa sih Angin Surga itu? nah, aku mau cerita sedikit nih, soal mereka, hoho.

                Angin Surga adalah sekumpulan Jeng Arisan yang beranggotakan 12 orang—11 orang wanita dan satu orang pria. Ya, ya, memang nggak imbang, tapi kami berduabelas adalah teman yang dekat sejak SMP, malah ada yang satu SD. Dunia ini sempit, Pemirsa *geleng-geleng*. Ini adalah daftar nama anggotanya;

1.       RYRY RIZKI ASRI = temanku sedari SD, SMP, dan SMA (kalau bisa sampai nimang cucu, amin!). dulu, anak ini degil abis, bandel luar biasa. Kalau Bahasa Padangnya mada, kalau Bahasa Jawanya mbeling, haha. Tapi, waktu SMP, tingkat kebrutalannya menurun perlahan. Dialihkan dari tindakan mem-bully fisik ke petualangan-petualangan seru. Kami diseret ke dunia yang tak pernah kami jamah sebelumnya. Mulai dari buat kue cokelat bareng, jalan-jalan ke “pantai” baru, sampai piknik di tempat unknown yang cozy banget! Dia adalah sosok kakak yang (uhuk!) baik. Memasuki dunia SMA, petualangan-petualang seru itu berganti dengan kegiatan-kegiatan yang “kalem” seperti berenang dan BBQ-an saat ulang tahun atau tahun baru. Dia adalah orang yang aku hormati sebagai seorang teman dan kakak. Tapi percayalah, aku tak akan pernah dan mau memanggilnya “kakak”-_- dia juga ogah dipanggil begitu. Berasa tua katanya, padahal dia memang tua, haha!
Status : Single

2.       FICKY AGUS CHANDRA = dia adalah satu-satunya member cowok di Angin Surga. Dia adalah partner in crime-ku yang ruarrrr biazzzaaa. Karena dia dan aku adalah kolaborasi yang tak terkalahkan untuk urusan sutradara-artis-drama, haha! Bahkan di pagelaran kemarin, karena (sayangnya) kami berbeda jurusan dan kelas, kami berdua sama-sama menjadi sutradara kelas untuk pagelaran. Aku menyayangkan kami yang tak lagi bisa menjadi partner dalam drama. Karena sedari SMP, dia selalu menjadi sutradaraku dan aku selalu menjadi pemeran utama dalam drama yang ia buat. Kami selalu berada pada frame yang sama, sampai kelas 2 kemarin ia menduduki kelas alam dan aku berkutat pada kelas sosial. Ficky itu…seru, kocak, asik, kepedean, dan salah satu jenis orang yang nggak akan mudah dilupakan orang lain karena joke nya. Bahkan ia merasa dirinya mirip Herjunot Ali dan memanggil dirinya “Uda Joker”. Ya, dia sangat pede, Pemirsa.
Status : Single

3.       SITI NURHALIZA = percayalah, dia bukan Siti yang itu. Hanya namanya saja yang mirip. Dan dia juga ogah-ogahan kalau menjawab pertanyaan “Kok namamu mirip sama penyanyi Malaysia?” “Ayahmu ngefans ya sama Siti Nurhaliza” Hah! Siti sangat suka minion, sama seperti Acha. Berjilbab dan bentuk wajahnya bulat. Kalau kepedasan dan tertawa terlalu banyak, pipinya pasti memerah. Ekspresif banget kalau cerita, haha. Yah, bisa dibilang dia punya “dunia lain” kalau sudah berkomplot dengan Acha. Apa saja, pasti ditertawakan. Cerita sedikit, tiba-tiba tertawa. Cerita lagi, tertawa lagi. Seakan-akan ada pembatas nyata antara kami—yang tidak ikut tertawa karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi—dan mereka-_- Siti kdang-kadang suka sewot sama Ryry karena komentarnya. Kalau Siti dan Ryry mulai menunjukkan lampu merah, kami berusaha menengahi agar tidak terjadi pertumpahan darah. Oke, sebenarnya nggak selebay itu-_-v Siti orangnya easy going, lucu, dan…bisa dibilang menggemaskan.
Status : Single

4.       APRILIA ROSA HAFSARI = kalem. Kesan pertama yang akan kalian tangkap di otak begitu ketemu sama dia. Orangnya…kalem. Oke, maaf, udah kusebut ya sebelumnya, hahaha. Jago banget main gitar sampai-sampai waktu SMP aku pernah panggil dia “master” saking jagonya—untuk ukuran cewek SMP. Gara-gara desakan Ryry, akhirnya Lia (panggilannya) berhasil mengajari kami-kami ini bermain gitar walau cuma sampai di kunci dasar, dan imbasnya, seluruh anak cewek satu kelas ikutan bisa main gitar walaupun ya itu tadi, cuma satu lagu dan kunci dasar. Dia ini juga punya bakat di sastra. Kemampuannya merangkai kalimat jadi puisi atau cerpen yang keren nggak bisa dipandang remeh. Bahkan aku sempat jadiin dia rivalku dan jealous karena karyanya lebih bagus daripada aku, huhu. Tapi tenang, walaupun sempat bertengkar gara-gara itu sampai bersimbah air mata (ini beneran), kami bisa berbaikan dan berteman baik seperti sekarang. Lia adalah base merangkap flyer di Shabuya. Orangnya blak-blakan, dan santai. Banget.
Status : Taken by E

5.       AFIRA PUTRI FIRANDRI = paling kuat makan, paling banyak minumnya, paling doyan ngemil, paling nggak nolak kalau dikasih makanan, paling berantakan, paling kecil, paling muda juga (November ’97 bo!) haha. Dia ini anak akselerasi waktu SD di Jambi, makanya pas gede rada salah gaul. Untung aja sih dianya sama kami. Kalau sama yang lain agak-agak sedih juga mungkin dianya. Eh, nggak juga deh, mungkin lebih bahagia dianya, karena dia itu korban bully kami hahaha. Serius deh, kalau kalian ketemu sama dia, mungkin awalnya kasihan gitu ya, anak paling bontot paling kecil kayak dia malah di-bully. Tapi tenang aja, seminggu kenal sama dia pasti kalian bakal join bully juga kok, muahaha. Tapi Afi itu anaknya baik, polos, apa adanya, yah walaupun terkadang agak malu-maluin juga-_- dan sebagai teman dan kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong, kami berusaha membimbing dia sebisa kami. Tapi memang dianya aja yang bebal-_-
Status : Taken by R

6.       JUNIARITA RATNASARI = legend! Haha, aku sih menganggap begitu. Soalnya dia itu prestasinya nggak terkalahkan dari SD. Selalu juara satu. Oh ya, FYI Juntet (panggilannya) satu SD dengan Siti. Masuk ke SMP, dia selalu juara 1 umum dan bertahan sampai lulus. Nggak cuma di dalam sekolah, di lur sekolah juga rajin mengikuti lomba Cerdas Cermat tingkat apa saja dan siapa saja yang menyelenggarakan. Dan Alhamdulillah nggak pernah absen juara bersama teammate-nya; Halida dan Naliza. Memasuki SMA juga demikian, selalu peringkat pertama. Lagi-lagi Juntet juga berhasil mengembangkan dirinya ke dunia silat dan ikut lomba-lomba serupa plus bawa pulang medali. Juntet adalah cewek tough dan independen. Pelit ngasih jawaban kalau dia belum siap ngerjain. Jadi rule-nya kalau mau nyontek, tunggu dia selesai dulu, haha. Anaknya kepo se-provinsi, suka telat kalo ada info terbaru, dan rada lola kalau diceritain. Kalau ada yang lagi cerita sesuatu terus dianya baru datang, pasti diminta ulang cerita. Kan capek gitu-_- Juntet juga anaknya sporty, boyish, fierce, dan tegas. Ngerasa risih kalau pake baju yang agak girly. Tapi dia nggak segitunya-_- rambutnya panjang, berkacamata, senyumnya manis, dan disegani orang lain. Memang pembawannya aja yang selenge’an. Logikanya jalan banget. Jadi kadang, ketika pertimbangan orang lain memakai hati, dia lebih memilih untuk bergandengan tangan dengan logika. Yah, walaupun sebagai cewek normal, hatinya bisa juga egois dan patah karena cinta. Asik!
Status : Single
7.       VANYA WAHYULIANTI = ini lagi, salah satu korban bulan-bulanannya kami. Murid asal Cibinong ini logat ngomongnya masih kebawa-bawa keSunda-Sundaan. Karena lucu, jadi sering kami tiru (atau kedengaran ngejek lebih tepatnya :p), ujung-ujungnya dia sebel sendiri haha. Vanya itu baik, sopan, sok asik, lucu, ngejengkelin, dan flyer di Shabuya. Cewek penyuka Doraemon dan Manchester United diehard fan ini kami beri dia julukan “Ibu Negara” karena pacarnya Ketua OSIS di SMA-ku. Tapi, karena sekarang masa jabatan pacarnya sudah kadaluarsa, pangkatnya menurun menjadi “Mantan Ibu Negara”. Dia sih sebel dikatain begitu, Cuma karena udah capek mau nyangkal, jadi dia merengut aja, hehe. Oh ya, dulu sih dia ngefans banget sama Cody Simpson, kemarin waktu kutanyain masih ngefans atau nggak ngakunya masih tapi dikit.
Status : Taken by S
8.       AMELIA RIVINA = amel juga kalem, tapi nggak seekstrem lia. Lebih nyari aman aja anaknya, haha. Amel paling rajin bantu aku kalau lagi stuck sama PR MTK di jemputan. Kadang kalau udah pening banget, kuserahkan sepenuhnya padanya, hoho. Kami juga sering berbagi info soal mata pelajaran umum yang lagi diulangankan. Kalau kebetulan mereka yang duluan ulangan, aku minta bocoran soal, begitu juga sebaliknya. Yah, kalau dipikir-pikir sedari ini aja kami sudah jadi mafia, haha-_- cewek berjilbab ini juga ikut silat di sekolahku. Perguruannya berpusat di SMA-ku, jadi banyak anak sekolah lain juga datang latihan di sekolahku. Anaknya cenderung netral dan inosen-_- anaknya juga sabar banget, legowo gitu. Ceria dan kalau udah menyangkut cinta, meweknya keluar :p
Status : Taken by M
9.       HAFSYAH NUR SAFITRI = Acha (panggilannya) adalah penggila minion sekaligus partner in crime­-nya Siti. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mereka memiliki aura yang beda kalau bergabung, punya “dunia lain”. Acha juga punya selera humor sebagus Ficky—yah, walaupun Ficky berada di satu level di atas Acha. Dia itu lumayan sensitif, berjilbab, dan uni minang sajati, rancak mangecek padang. Tapi terkadang Acha ini ada juga tertanam jiwa-jiwa psikopat yang mengerikan dan imajinasi yang kelewat tinggi. Bahkan kadang aku harus manjat tangga dulu untuk bisa sampai ke topic yang sedang dia bahas-_- yang aku suka dari Acha, dia selalu ada di saat-saat aku lagi butuh dihibur, dan dia dengan sukarela (dan tiba-tiba) muncul di mention Twitter atau LINE, melempar joke dan berhasil bikin mood-ku yang tadinya hancur-hancuran kembali membaik. Suka horror kalau aku tiba-tiba meluk, haha. Yah, semuanya pada horror sih kalau mau kupeluk. Padahal aku sayang mereka, tapi malah dibilang jablay. Sial-_-
Status : Single
10.   HERWANTY RIZKA PRATIWI = cewek paling jablay dari sebelas orang yang disebutkan di sini, fix! Haha, yang paling rajin minta cariin gebetan, pacar, bahkan calon suami. Katanya sih, kriteria utama dan fardhu ‘ain itu MAPAN. Jadi, bagi kalian, cowok, dan baca ini plus merasa dirinya mapan, langsung hubungi nomor 08566801**** ;D Ratu Galau. Suka ngelak kalau lagi disangka galau gara-gara nggak ada pacar dan selalu bermodus “Fokus UN 2014, Tar.” Halah!-_- katanya sih, mau beralih jadi Wanita Muslimah 2014 gituu, kita tunggu aja yah tanggal mainnya ;) lawan bicara yang asik karena aku sering ngeledekin dia dengan segala melankolinya, biasanya sih dia sebel karena aku sering ngegodain haha. Tiwi itu manis, tapi judes. Ngerasa nggak jablay-jablay amat karena ada ayahnya yang senantiasa menemani si anak. Pemimpi besar yang mengidam-idamkan dunia teater. Kita doakan bersama agar cita-citanya tercapai o;)
Status : Single
11.   INKA YULLITA SARI = akrab dipanggil Inul. Meski dia keki setengah mati, kami bersikeras masih memanggilnya itu hahaha. Inka kurus bangettttt, ngettt, ngetttt. You should meet her kalau mau tau dia sekurus apa. Tapi Inka manis banget, pandai kepang-kepang modern dan ulet. Tulisannya rapi, seringnya jadi sekretaris kelas hehe. Dia suka ling-lung, suka nggak nyadar kalau orang lagi ngomong sama dia-_- rada nyebelin emang, tapi dia baik banget. Anak rumahan juga, jadi agak susah mau ajak dia jalan bareng-bareng. Inka juga bisa terbilang kalem, sejenis amel. Kalau dipikir-pikir Inka lebih banyak diam daripada cerita. Lebih senang jadi pendengar kayaknya. Hm, mungkin. Tapi dia nggak kayak batu juga kook, dia juga senang cerita, cuma nggak sering. Oh iya, meski enggan bilang (dan aku yakin dia gondok setengah mati karena aku bahas di sini, maaf Inka ;p) dia yang paling tua di antara kami. Jadi agak sensitive gitu kalau bicarain umur, hehe.
Status : Taken by H
Yak, itu dia 11 + saya = 12 anggota Angin Surga. Bagaimana namanya bisa Angin Surga? Karena tempat tongkrongan kami saat kelas 2 berada di antara kelas XI IPA 3 dan XI IPA 4. Di sana terdapat space cukup besar untuk jalan menuju jalan belakang kelas. Nah, dari celah itu sering berhembus angin sejuk, seperti kiriman dari surga. Maka dari itu tempat itu dinamakan oleh Angin Surga oleh kami dan dijadikan area untuk bermacam-macam kegiatan. Mulai dari main kartu remi, tempat makan, tempat ngegossip, ngerjain pr, kerajinan tangan, sampai ngocok arisan. Oh ya, ngomong-ngomong kami ini tergabung dalam satu arisan lho, bahkan pacar-pacar mereka yang kebetulan satu angkatan juga ikutan arisan hehe.
Kembali ke ulang tahunku, Alhamdulillah sudah diberi kesempatan oleh Allah SWT mencicipi umur 17 tahun dalam keadaan sehat, ditemani teman-teman yang superb dan pacar yang berhasil bikin aku senang banget dengan surprise-nya—walaupun agak gagal :p aku berterima kasih karena bulan ini berhasil beri aku banyak pelajaran, jadi bisa dikatakan awal bulan ini mulai terasa membaik dari bulan sebelumnya. Pesta kemarin juga Alhamdulillah berjalan lancar, semuanya pulang dengan perut kenyang dan senyum yang mengembang—terutama Afi hahaha.
Satu hal yang kuketahui adalah, semakin tinggi sekolahmu, semakin berisi otakmu. Dan tidak ada salahnya merayakan ulang tahunmu, sebagai pengingat dan penegas bahwa telah satu tahun bertambah umurmu dan semakin besar tanggung jawab yang kamu pikul. Sah-sah saja kalau kalian berpikir “Umur berkurang kok dirayakan?”, tapi alangkah lebih bijaksananya jika kita tidak berpikir negatif tentang perayaan ulang tahun kita. Justru dengan begitu, kita tidak bisa selamanya santai dalam menghadapi hidup. Ada beberapa hal yang harus kita tanggapi secara serius, saksama dan bijaksana. Perihal masa depan misalnya. Kalian nggak bisa lagi mengandalkan segalanya dari orang tua atas apa yang akan kamu pilih mendatang, karena mau tidak mau, kita akan beranjak dari kursi remaja yang penuh kelabilan menuju sosok dewasa yang menaruh kepastian dalam pilihan-pilihannya.
Aku nggak akan menguliahi kalian tentang kedewasaan di posting ini karena aku juga dalam tahap “mencari” dan “belajar” untuk mendapatkannya. Tapi aku ingin mengajak kalian berpikir dan menyelam bersama-sama mengenai makna yang kusisipkan secara tersirat di paragraf sebelumnya. Bahwa kita terus tumbuh, pasti. Kita terus belajar, memang. Tetapi semua itu kembali pada individu yang menjalani, apakah dengan tegas ingin meninggalkan yang buruk setelah mengetahui pelajaran yang ia ambil, atau terus berlama-lama tenggelam dalam kubangan kotor yang sama. Sesungguhnya, ketika kalian merasa sudah terlambat melakukan suatu perubahan walaupun kecil, kalian salah besar. Selalu akan terucap kata “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” dari bibir orang-orang terdekatmu. Itu adalah dorongan positif dari mereka, dan sebaiknya nggak disia-siakan. Begitu juga aku. Nggak cuma cuap-cuap di sini, aku juga udah melakukan perubahan sedikit demi sedikit. Dari yang tadi jarang banget shalat, sekarang berusaha nepatin shalat 5 waktu & shalat dhuha. Walau masih belum sempurna, tapi aku tetap berusaha. Bukan ingin riya’, tapi aku nggak pengen dicap sebagai semi-motivator tanpa bukti nyata dari si pembicara sendiri.
Jadi, mari kita sama-sama bergerak ke jalan yang lurus dari yang bengkok, berlari menuju cahaya dari kegelapan, dan LULUS UN 2014!!!!!!!!!!!!!! Amin yaRabb. H-98!!!!!!!! *scream out loud*

Sabtu, 04 Januari 2014

Re-born



Fuwaaaa! Udah lama banget banget nggak update! Sudah dua bulan yah ngomong-ngomong. Syukur belum ada sarang laba-laba atau gelandangan yang tidur-_- yah, kesibukan sebagai pelajar, dan sutradara, dan MC, dan pacar yang baik menyita waktu. Maaf blog, bukan maksudku untuk mendua~ Sudahlah, mari kita bicarakan apa saja yang telah terjadi selama blog ini “menyepi”.

Pertama, Alhamdulillah ujian semester 1 sudah berhasil di lalui dengan (lumayan) mulus. Semoga hasilnya memuaskan o:) soalnya minggu depan baru dibagiin raport-nya. Jadi ceritanya sih bersenang-senang dahulu, mati kemudian. Huhu!

Kedua, Alhamdulillah (lagi) PAGELARAN SUDAH SELESAAAAAI!!!! Udah nampil dong ya kelasku, hihi. Respon penonton lebih dari yang kuharapkan. Nampilnya di Wan Sri Bani, sejenis aula terbuka gitu di sekolahku. Posternya di bawah ini nih, designed by myself :D bagus nggak?



The Boys (from left to right) : Nanda, Bima, Kiril, Rulli, Mirza, Reza, Hamrul, Amir, Azarya.

Me myself as Director and Hiskia as Producer


My Beloved REBELONEE (Rebirth Of Eleven Social One Empire). Walaupun udah kelas 3 , kami masih pakai nama kelas yang ini, hehe :3 Find me!! :D

Emang peran ganda banget ini-_- dari penulis naskah, sutradara, makeup artist, sampai designer poster, pfft. Nah, seperti yang sudah tergambar di poster, cerita drama musikal kelasku mengangkat sejarah dengan tema perjuangan. Tadinya sih pengennya antara Indo-Belanda. Tapi ujung-ujungnya malah alurnya menjorok ke Jepang-Belanda-_- yowes lah, begitu adanya. Jadi, setelah revisi sana-sini, jadilah naskahnya. Jujur aja nih, kelasku yang paling lama jadi naskahnya satu angkatan kelas 3 hahaha. Habisan anak-anak kelas banyak banget minta revisinya. Daaaan, kami mulai sesi latihan dari pertengahan November sampai akhir desember. Sekitar dua minggu gitu latihannya. Ngebut parah!!! Dari manis-manis sampai teriak-teriak, maki-maki, cek-cok, aduh campur aduk dah! Apalagi H-1 properti sama latar pada belum kelar dan bikin Hiskia—panggilannya Kia—produserku, berang parah! Hahaha, aku sih orangnya nggak bisa bener-bener marah sama temen-temenku karena aku orangnya nggak enakan, hehe. Jadi, tugas ngomel dan marah-marah itu emang jatahnya si Kia. Karena memang itu tugasnya. Berhubung ini pentas pagelaran sekolah, jadi dia tidak berkewajiban untuk membiayai seluruh dana drama kami seperti tugas produser umumnya. Bisa kejang-kejang dia kalau mendanai drama kami-_- pernah suatu waktu, aku kelepasan memaki teman-teman kelasku dengan kata-kata kasar. Dengan langkah penuh amarah, aku meninggalkan kelasku (lokasi kami biasa latihan drama) dan pergi ke salah satu bilik kantin, kemudian duduk di pojokan.

Mbak Kantin (MK) : “Tari? Ngapain di situ? Sempit lho.”
Tari (T) : “Nggak tau deh, Kak.”
MK : “Kamu kenapa? Ada masalah?”
T : “Gitu deh.”
MK : “Sama siapa? Keluarga? Pacar?”
T : “Temen, Kak.”
MK : “Oalaah, bias amah itu. Nanti juga baik sendiri kalian.”
T : “Iya, Kak. Nanti, nggak sekarang.”

                Begitulah, jadi sepanjang hari aku menolak untuk berbicara pada siapapun—kecuali Mbak Kantin tentunya. Nasib teman-temanku di kelas? Ternyata membaik. Ya, mereka mendadak bagus berakting dan menjiwai peran mereka dengan baik. Bahkan, mereka meniruku saat memaki-maki mereka dengan mimik bahagia. Sial-_- tapi ya sudahlah, prospek yang bagus sekali jika mereka selangkah lebih maju seperti itu. Dannnn, Hari-H pun tibaaaaa!!! *drumroll* dari pagi sudah benar-benar sibuk. Sebagai anak jemputan (rumahku sangat jauh dari sekolah jadi setiap berangkat sekolah aku naik jemputan bersama teman-temanku yang satu wilayah atau berdekatan dengan wilayah rumahku), jadi aku nggak bisa seenak jidat mempercepat kedatangan Oom Jemputan padahal saat itu sedang class meeting yang notabene waktunya mengulur-ulur waktu keberangkatan. Jadilah aku nggak terlambat sampai sekolah. Datang ke kelas X Bahasa-Budaya yang posisinya tepat di samping WSB (Wan Sri Bani), langsung dicerca dan dikerubungi oleh kesibukan. Mulai dari minta tolong ambilin gunting, pasang foundation, nempelin bulu mata, bantuin pasangin baju, urus properti, ngecek panggung, jadi tutor dance, sibuk BANGET-NGET-NGET kuadrat. Nggak lebay kok, coba deh sekali-sekali biar tahu rasanya TT-TT setelah selesai, aku nggak bersorak gembira—justru lebih beryukur teramat-sangat pada Tuhan karena akhirnya pagelaran ini berakhirrrrrrrr. Yeayyyy!!! Dan ini adalah awal yang baik untuk diriku karena aku berhasil challenge diriku dan mission accomplished, woohoo! Karena jujur saja, sebelum pagelaran ini dilaksanakan, guru seniku terang-terangan menolak naskahku saat hendak mengambil nilai proses di WSB. Begini kira-kira percakapan nahas itu:

Ibu Guru (IG) : “Tari, coba kemari sebentar,” (dahi berkerut)
Tari (T) : ”Ya, Bu?” (wajah ceria seperti biasa)
IG : “Kok naskah kamu jelek sih?”
JDERRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!! (petir menyambar, kilat bersahut-sahutan)
T : “Maksudnya, Bu? Jelek yang bagian mananya, ya?” (senyum dipaksakan)
IG : ”Ini kenapa nggak ada prolog di awalnya?”
T : “Ooh, itu toh. Sengaja, Bu. Soalnya kan kalau ada prolog udah biasa banget. Basi, Bu. Hehe.”
IG : “Tapi nggak bagus kalau nggak ada prolog.”
T : “.......”
IG : “Ini juga yang lain masih textbook semua. Gimana Ibu mau ambil nilai kalau begini caranya.”
T : “.......”
IG : “Ya sudah, semuanya kembali ke kelas! Ada yang mau ibu sampaikan.”

                Jadi, selama dua jam pelajaran itu, beliau memberi petuah—yang terlihat seperti derita tanpa henti di telingaku. Jadi, setelah jam pelajaran beliau habis, kuceramahi habis-habisan teman-temanku dengan berderai air mata (ya, benar. Aku nangis karena sakit hati-_-) kemudian meminta dengan sangat teman-temanku bisa diajak bekerjasama demi kelancaran pagelaran kami bersama. Karena aku yakin kami pasti bisa, dan aku harus membawa teman-temanku agar berhasil. Harus! Ya, memang susah Capricorn dan plegmatis menyatu, seperti aku inilah jadinya-_- bagi yang nggak tau bagaimana sifat Capricorn dan bagaimana tingkah laku plegmatis, silahkan cari di search engine terdekat. Dannn, setelah melalui beberapa pertemuan sekaligus menjadi penilaian terhadap proses latihan pagelaran kelasku, akhirnya tiba juga penilaian final. Kalau tidak salah, tanggal 5 Desember, kami mengambil nilai proses final atau semi-gladi resik untuk pagelaran kelasku. Dan apa yang terjadi setelah kami selesai nampil?

IG : “Yak, Ibu sudah lihat penampilan kalian.”
Semua : (diam, deg-degan)
IG : “Kalian ingin nampil di WSB atau nggak?”
T : “Ng, masih belum tahu, Bu.”
IG : “Kalau Ibu sarankan sih, kalian nampil. Soalnya cerita kalian bagus, Ibu suka, menarik, dan semuanya benar-benar berhasil menjiwai peran kalian masing-masing.
Semua : *outer* (tersenyum anggun)  *inner* (“HELL YEAHHH!!!!!!!!”)
T : *inner* (“Kubilang juga apa!”)

                Maka dari itu, setelah Ujian Semester 1 usai, pada class meeting hari ke-4 tanggal 19 Desember 2013 jam… ng, 09.00 lewat sedikit, kami menampilkan pagelaran kelas XII IPS 1 berjudul “KOLONI” yang dilanjutkan dengan penampilan flashmob gabungan kelas XII IPS dari IPS 1 sampai IPS 3 turut berpartisipasi. Superb!!!!!!!

                Ketiga, it’s about NEW YEAR EVE 2014!!!!!!! WHOAAAAA, how time flies so fast! Sudah berada di awal tahun. 


             Subhanallah, banyak banget yang aku lewati di tahun bershio ular ini. Lebih banyak duka kayaknya. Yah, nggak dipungkiri juga sih sukanya juga ada. Berkali-kali berada di posisi puncak dalam dunia Cheerleading se-Kota Batam, misalnya. Itu anugerah nggak terkira dari Tuhan, untuk mengangkat posisi tim-ku ke nomor 1.

Shabuya Cheer Squad, Temenggung Sport Hall. Friday, September 20, 2013
         
     Perjalanan yang panjang dan tak mengenal lelah. Kemudian, pada bulan-bulan terakhir posisiku di kelas 3 ini, aku mendapat kesempatan untuk berkenalan dan mengobrol dengan teman-teman yang dulu tak pernah kuajak bicara. Rasanya seperti baru berkenalan, padahal kami sudah mengetahui satu sama lain selama SMA ini. Hanya saja sekedar tahu. Dukanya… yah masih di seputar percintaan. Masih banyak orang-orang yang datang dan pergi. Banyak juga pengalaman pahit tentang cinta. Huhu, menyedihkan. Tapi tetap, aku harus bangkit. Karena semua itu mengajarkan pengalaman. Duh, klasik banget ya-_-

                Keempat, aku sudah menyusun draft untuk proyek novelku selanjutnya. Ya, ya, aku sudah berkali-kali bongkar-pasang novel, menyusun dan mendeletenya. Dan setelah melanglang buana menyicipi berbagai genre, aku kembali ke peraduanku ke genre fantasi setelah menonton film besutan Disney berjudul Frozen. Aaaaaah, you guy should watch it!! Keren banget! Yah, walaupun alurnya agak cepat, tapi bagus banget!!! Dari sana, aku mencoba lagi membangun mimpiku sebagai penulis. Doakan, ya!

                Jadi begitulah, banyak yang terjadi dalam sebulan ini. Termasuk timbangan yang jarumnya semakin mengarah ke kanan. Aaaaaaaaaargh, tidakkkkkkkkkk!!! Yeah, doakan berat badanku bisa menyusut normal. HUHU