Sabtu, 04 Januari 2014

Re-born



Fuwaaaa! Udah lama banget banget nggak update! Sudah dua bulan yah ngomong-ngomong. Syukur belum ada sarang laba-laba atau gelandangan yang tidur-_- yah, kesibukan sebagai pelajar, dan sutradara, dan MC, dan pacar yang baik menyita waktu. Maaf blog, bukan maksudku untuk mendua~ Sudahlah, mari kita bicarakan apa saja yang telah terjadi selama blog ini “menyepi”.

Pertama, Alhamdulillah ujian semester 1 sudah berhasil di lalui dengan (lumayan) mulus. Semoga hasilnya memuaskan o:) soalnya minggu depan baru dibagiin raport-nya. Jadi ceritanya sih bersenang-senang dahulu, mati kemudian. Huhu!

Kedua, Alhamdulillah (lagi) PAGELARAN SUDAH SELESAAAAAI!!!! Udah nampil dong ya kelasku, hihi. Respon penonton lebih dari yang kuharapkan. Nampilnya di Wan Sri Bani, sejenis aula terbuka gitu di sekolahku. Posternya di bawah ini nih, designed by myself :D bagus nggak?



The Boys (from left to right) : Nanda, Bima, Kiril, Rulli, Mirza, Reza, Hamrul, Amir, Azarya.

Me myself as Director and Hiskia as Producer


My Beloved REBELONEE (Rebirth Of Eleven Social One Empire). Walaupun udah kelas 3 , kami masih pakai nama kelas yang ini, hehe :3 Find me!! :D

Emang peran ganda banget ini-_- dari penulis naskah, sutradara, makeup artist, sampai designer poster, pfft. Nah, seperti yang sudah tergambar di poster, cerita drama musikal kelasku mengangkat sejarah dengan tema perjuangan. Tadinya sih pengennya antara Indo-Belanda. Tapi ujung-ujungnya malah alurnya menjorok ke Jepang-Belanda-_- yowes lah, begitu adanya. Jadi, setelah revisi sana-sini, jadilah naskahnya. Jujur aja nih, kelasku yang paling lama jadi naskahnya satu angkatan kelas 3 hahaha. Habisan anak-anak kelas banyak banget minta revisinya. Daaaan, kami mulai sesi latihan dari pertengahan November sampai akhir desember. Sekitar dua minggu gitu latihannya. Ngebut parah!!! Dari manis-manis sampai teriak-teriak, maki-maki, cek-cok, aduh campur aduk dah! Apalagi H-1 properti sama latar pada belum kelar dan bikin Hiskia—panggilannya Kia—produserku, berang parah! Hahaha, aku sih orangnya nggak bisa bener-bener marah sama temen-temenku karena aku orangnya nggak enakan, hehe. Jadi, tugas ngomel dan marah-marah itu emang jatahnya si Kia. Karena memang itu tugasnya. Berhubung ini pentas pagelaran sekolah, jadi dia tidak berkewajiban untuk membiayai seluruh dana drama kami seperti tugas produser umumnya. Bisa kejang-kejang dia kalau mendanai drama kami-_- pernah suatu waktu, aku kelepasan memaki teman-teman kelasku dengan kata-kata kasar. Dengan langkah penuh amarah, aku meninggalkan kelasku (lokasi kami biasa latihan drama) dan pergi ke salah satu bilik kantin, kemudian duduk di pojokan.

Mbak Kantin (MK) : “Tari? Ngapain di situ? Sempit lho.”
Tari (T) : “Nggak tau deh, Kak.”
MK : “Kamu kenapa? Ada masalah?”
T : “Gitu deh.”
MK : “Sama siapa? Keluarga? Pacar?”
T : “Temen, Kak.”
MK : “Oalaah, bias amah itu. Nanti juga baik sendiri kalian.”
T : “Iya, Kak. Nanti, nggak sekarang.”

                Begitulah, jadi sepanjang hari aku menolak untuk berbicara pada siapapun—kecuali Mbak Kantin tentunya. Nasib teman-temanku di kelas? Ternyata membaik. Ya, mereka mendadak bagus berakting dan menjiwai peran mereka dengan baik. Bahkan, mereka meniruku saat memaki-maki mereka dengan mimik bahagia. Sial-_- tapi ya sudahlah, prospek yang bagus sekali jika mereka selangkah lebih maju seperti itu. Dannnn, Hari-H pun tibaaaaa!!! *drumroll* dari pagi sudah benar-benar sibuk. Sebagai anak jemputan (rumahku sangat jauh dari sekolah jadi setiap berangkat sekolah aku naik jemputan bersama teman-temanku yang satu wilayah atau berdekatan dengan wilayah rumahku), jadi aku nggak bisa seenak jidat mempercepat kedatangan Oom Jemputan padahal saat itu sedang class meeting yang notabene waktunya mengulur-ulur waktu keberangkatan. Jadilah aku nggak terlambat sampai sekolah. Datang ke kelas X Bahasa-Budaya yang posisinya tepat di samping WSB (Wan Sri Bani), langsung dicerca dan dikerubungi oleh kesibukan. Mulai dari minta tolong ambilin gunting, pasang foundation, nempelin bulu mata, bantuin pasangin baju, urus properti, ngecek panggung, jadi tutor dance, sibuk BANGET-NGET-NGET kuadrat. Nggak lebay kok, coba deh sekali-sekali biar tahu rasanya TT-TT setelah selesai, aku nggak bersorak gembira—justru lebih beryukur teramat-sangat pada Tuhan karena akhirnya pagelaran ini berakhirrrrrrrr. Yeayyyy!!! Dan ini adalah awal yang baik untuk diriku karena aku berhasil challenge diriku dan mission accomplished, woohoo! Karena jujur saja, sebelum pagelaran ini dilaksanakan, guru seniku terang-terangan menolak naskahku saat hendak mengambil nilai proses di WSB. Begini kira-kira percakapan nahas itu:

Ibu Guru (IG) : “Tari, coba kemari sebentar,” (dahi berkerut)
Tari (T) : ”Ya, Bu?” (wajah ceria seperti biasa)
IG : “Kok naskah kamu jelek sih?”
JDERRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!! (petir menyambar, kilat bersahut-sahutan)
T : “Maksudnya, Bu? Jelek yang bagian mananya, ya?” (senyum dipaksakan)
IG : ”Ini kenapa nggak ada prolog di awalnya?”
T : “Ooh, itu toh. Sengaja, Bu. Soalnya kan kalau ada prolog udah biasa banget. Basi, Bu. Hehe.”
IG : “Tapi nggak bagus kalau nggak ada prolog.”
T : “.......”
IG : “Ini juga yang lain masih textbook semua. Gimana Ibu mau ambil nilai kalau begini caranya.”
T : “.......”
IG : “Ya sudah, semuanya kembali ke kelas! Ada yang mau ibu sampaikan.”

                Jadi, selama dua jam pelajaran itu, beliau memberi petuah—yang terlihat seperti derita tanpa henti di telingaku. Jadi, setelah jam pelajaran beliau habis, kuceramahi habis-habisan teman-temanku dengan berderai air mata (ya, benar. Aku nangis karena sakit hati-_-) kemudian meminta dengan sangat teman-temanku bisa diajak bekerjasama demi kelancaran pagelaran kami bersama. Karena aku yakin kami pasti bisa, dan aku harus membawa teman-temanku agar berhasil. Harus! Ya, memang susah Capricorn dan plegmatis menyatu, seperti aku inilah jadinya-_- bagi yang nggak tau bagaimana sifat Capricorn dan bagaimana tingkah laku plegmatis, silahkan cari di search engine terdekat. Dannn, setelah melalui beberapa pertemuan sekaligus menjadi penilaian terhadap proses latihan pagelaran kelasku, akhirnya tiba juga penilaian final. Kalau tidak salah, tanggal 5 Desember, kami mengambil nilai proses final atau semi-gladi resik untuk pagelaran kelasku. Dan apa yang terjadi setelah kami selesai nampil?

IG : “Yak, Ibu sudah lihat penampilan kalian.”
Semua : (diam, deg-degan)
IG : “Kalian ingin nampil di WSB atau nggak?”
T : “Ng, masih belum tahu, Bu.”
IG : “Kalau Ibu sarankan sih, kalian nampil. Soalnya cerita kalian bagus, Ibu suka, menarik, dan semuanya benar-benar berhasil menjiwai peran kalian masing-masing.
Semua : *outer* (tersenyum anggun)  *inner* (“HELL YEAHHH!!!!!!!!”)
T : *inner* (“Kubilang juga apa!”)

                Maka dari itu, setelah Ujian Semester 1 usai, pada class meeting hari ke-4 tanggal 19 Desember 2013 jam… ng, 09.00 lewat sedikit, kami menampilkan pagelaran kelas XII IPS 1 berjudul “KOLONI” yang dilanjutkan dengan penampilan flashmob gabungan kelas XII IPS dari IPS 1 sampai IPS 3 turut berpartisipasi. Superb!!!!!!!

                Ketiga, it’s about NEW YEAR EVE 2014!!!!!!! WHOAAAAA, how time flies so fast! Sudah berada di awal tahun. 


             Subhanallah, banyak banget yang aku lewati di tahun bershio ular ini. Lebih banyak duka kayaknya. Yah, nggak dipungkiri juga sih sukanya juga ada. Berkali-kali berada di posisi puncak dalam dunia Cheerleading se-Kota Batam, misalnya. Itu anugerah nggak terkira dari Tuhan, untuk mengangkat posisi tim-ku ke nomor 1.

Shabuya Cheer Squad, Temenggung Sport Hall. Friday, September 20, 2013
         
     Perjalanan yang panjang dan tak mengenal lelah. Kemudian, pada bulan-bulan terakhir posisiku di kelas 3 ini, aku mendapat kesempatan untuk berkenalan dan mengobrol dengan teman-teman yang dulu tak pernah kuajak bicara. Rasanya seperti baru berkenalan, padahal kami sudah mengetahui satu sama lain selama SMA ini. Hanya saja sekedar tahu. Dukanya… yah masih di seputar percintaan. Masih banyak orang-orang yang datang dan pergi. Banyak juga pengalaman pahit tentang cinta. Huhu, menyedihkan. Tapi tetap, aku harus bangkit. Karena semua itu mengajarkan pengalaman. Duh, klasik banget ya-_-

                Keempat, aku sudah menyusun draft untuk proyek novelku selanjutnya. Ya, ya, aku sudah berkali-kali bongkar-pasang novel, menyusun dan mendeletenya. Dan setelah melanglang buana menyicipi berbagai genre, aku kembali ke peraduanku ke genre fantasi setelah menonton film besutan Disney berjudul Frozen. Aaaaaah, you guy should watch it!! Keren banget! Yah, walaupun alurnya agak cepat, tapi bagus banget!!! Dari sana, aku mencoba lagi membangun mimpiku sebagai penulis. Doakan, ya!

                Jadi begitulah, banyak yang terjadi dalam sebulan ini. Termasuk timbangan yang jarumnya semakin mengarah ke kanan. Aaaaaaaaaargh, tidakkkkkkkkkk!!! Yeah, doakan berat badanku bisa menyusut normal. HUHU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar