Fuwaaaa! Udah
lama banget banget nggak update! Sudah dua bulan yah ngomong-ngomong. Syukur
belum ada sarang laba-laba atau gelandangan yang tidur-_- yah, kesibukan
sebagai pelajar, dan sutradara, dan MC, dan pacar yang baik menyita waktu. Maaf
blog, bukan maksudku untuk mendua~ Sudahlah, mari kita bicarakan apa saja yang
telah terjadi selama blog ini “menyepi”.
Pertama,
Alhamdulillah ujian semester 1 sudah berhasil di lalui dengan (lumayan) mulus.
Semoga hasilnya memuaskan o:) soalnya minggu depan baru dibagiin raport-nya. Jadi ceritanya sih
bersenang-senang dahulu, mati kemudian. Huhu!
Kedua,
Alhamdulillah (lagi) PAGELARAN SUDAH SELESAAAAAI!!!! Udah nampil dong ya
kelasku, hihi. Respon penonton lebih dari yang kuharapkan. Nampilnya di Wan Sri
Bani, sejenis aula terbuka gitu di sekolahku. Posternya di bawah ini nih,
designed by myself :D bagus nggak?
| The Boys (from left to right) : Nanda, Bima, Kiril, Rulli, Mirza, Reza, Hamrul, Amir, Azarya. |
| Me myself as Director and Hiskia as Producer |
| My Beloved REBELONEE (Rebirth Of Eleven Social One Empire). Walaupun udah kelas 3 , kami masih pakai nama kelas yang ini, hehe :3 Find me!! :D |
Emang peran
ganda banget ini-_- dari penulis naskah, sutradara, makeup artist, sampai
designer poster, pfft. Nah, seperti yang sudah tergambar di poster, cerita
drama musikal kelasku mengangkat sejarah dengan tema perjuangan. Tadinya sih
pengennya antara Indo-Belanda. Tapi ujung-ujungnya malah alurnya menjorok ke
Jepang-Belanda-_- yowes lah, begitu adanya. Jadi, setelah revisi sana-sini,
jadilah naskahnya. Jujur aja nih, kelasku yang paling lama jadi naskahnya satu
angkatan kelas 3 hahaha. Habisan anak-anak kelas banyak banget minta revisinya.
Daaaan, kami mulai sesi latihan dari pertengahan November sampai akhir
desember. Sekitar dua minggu gitu latihannya. Ngebut parah!!! Dari manis-manis
sampai teriak-teriak, maki-maki, cek-cok, aduh campur aduk dah! Apalagi H-1
properti sama latar pada belum kelar dan bikin Hiskia—panggilannya
Kia—produserku, berang parah! Hahaha, aku sih orangnya nggak bisa bener-bener
marah sama temen-temenku karena aku orangnya nggak enakan, hehe. Jadi, tugas
ngomel dan marah-marah itu emang jatahnya si Kia. Karena memang itu tugasnya.
Berhubung ini pentas pagelaran sekolah, jadi dia tidak berkewajiban untuk
membiayai seluruh dana drama kami seperti tugas produser umumnya. Bisa
kejang-kejang dia kalau mendanai drama kami-_- pernah suatu waktu, aku
kelepasan memaki teman-teman kelasku dengan kata-kata kasar. Dengan langkah
penuh amarah, aku meninggalkan kelasku (lokasi kami biasa latihan drama) dan pergi
ke salah satu bilik kantin, kemudian duduk di pojokan.
Mbak Kantin (MK) : “Tari? Ngapain
di situ? Sempit lho.”
Tari (T) : “Nggak tau deh, Kak.”
MK : “Kamu kenapa? Ada masalah?”
T : “Gitu deh.”
MK : “Sama siapa? Keluarga?
Pacar?”
T : “Temen, Kak.”
MK : “Oalaah, bias amah itu.
Nanti juga baik sendiri kalian.”
T : “Iya, Kak. Nanti, nggak
sekarang.”
Begitulah,
jadi sepanjang hari aku menolak untuk berbicara pada siapapun—kecuali Mbak
Kantin tentunya. Nasib teman-temanku di kelas? Ternyata membaik. Ya, mereka
mendadak bagus berakting dan menjiwai peran mereka dengan baik. Bahkan, mereka
meniruku saat memaki-maki mereka dengan mimik bahagia. Sial-_- tapi ya
sudahlah, prospek yang bagus sekali jika mereka selangkah lebih maju seperti
itu. Dannnn, Hari-H pun tibaaaaa!!! *drumroll* dari pagi sudah benar-benar
sibuk. Sebagai anak jemputan (rumahku sangat jauh dari sekolah jadi setiap
berangkat sekolah aku naik jemputan bersama teman-temanku yang satu wilayah
atau berdekatan dengan wilayah rumahku), jadi aku nggak bisa seenak jidat
mempercepat kedatangan Oom Jemputan padahal saat itu sedang class meeting yang notabene waktunya
mengulur-ulur waktu keberangkatan. Jadilah aku nggak terlambat sampai sekolah.
Datang ke kelas X Bahasa-Budaya yang posisinya tepat di samping WSB (Wan Sri
Bani), langsung dicerca dan dikerubungi oleh kesibukan. Mulai dari minta tolong
ambilin gunting, pasang foundation, nempelin bulu mata, bantuin pasangin baju,
urus properti, ngecek panggung, jadi tutor dance, sibuk BANGET-NGET-NGET kuadrat.
Nggak lebay kok, coba deh sekali-sekali biar tahu rasanya TT-TT setelah
selesai, aku nggak bersorak gembira—justru lebih beryukur teramat-sangat pada
Tuhan karena akhirnya pagelaran ini berakhirrrrrrrr. Yeayyyy!!! Dan ini adalah
awal yang baik untuk diriku karena aku berhasil challenge diriku dan mission
accomplished, woohoo! Karena jujur saja, sebelum pagelaran ini
dilaksanakan, guru seniku terang-terangan menolak naskahku saat hendak
mengambil nilai proses di WSB. Begini kira-kira percakapan nahas itu:
Ibu Guru (IG) : “Tari, coba
kemari sebentar,” (dahi berkerut)
Tari (T) : ”Ya, Bu?” (wajah ceria seperti biasa)
IG : “Kok naskah kamu jelek sih?”
JDERRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!! (petir menyambar, kilat bersahut-sahutan)
T : “Maksudnya, Bu? Jelek yang
bagian mananya, ya?” (senyum dipaksakan)
IG : ”Ini kenapa nggak ada prolog
di awalnya?”
T : “Ooh, itu toh. Sengaja, Bu.
Soalnya kan kalau ada prolog udah biasa banget. Basi, Bu. Hehe.”
IG : “Tapi nggak bagus kalau
nggak ada prolog.”
T : “.......”
IG : “Ini juga yang lain masih
textbook semua. Gimana Ibu mau ambil nilai kalau begini caranya.”
T : “.......”
IG : “Ya sudah, semuanya kembali
ke kelas! Ada yang mau ibu sampaikan.”
Jadi,
selama dua jam pelajaran itu, beliau memberi petuah—yang terlihat seperti
derita tanpa henti di telingaku. Jadi, setelah jam pelajaran beliau habis,
kuceramahi habis-habisan teman-temanku dengan berderai air mata (ya, benar. Aku
nangis karena sakit hati-_-) kemudian meminta dengan sangat teman-temanku bisa
diajak bekerjasama demi kelancaran pagelaran kami bersama. Karena aku yakin
kami pasti bisa, dan aku harus membawa teman-temanku agar berhasil. Harus! Ya,
memang susah Capricorn dan plegmatis menyatu, seperti aku inilah jadinya-_-
bagi yang nggak tau bagaimana sifat Capricorn dan bagaimana tingkah laku
plegmatis, silahkan cari di search engine terdekat. Dannn, setelah melalui
beberapa pertemuan sekaligus menjadi penilaian terhadap proses latihan
pagelaran kelasku, akhirnya tiba juga penilaian final. Kalau tidak salah,
tanggal 5 Desember, kami mengambil nilai proses final atau semi-gladi resik
untuk pagelaran kelasku. Dan apa yang terjadi setelah kami selesai nampil?
IG : “Yak, Ibu sudah lihat
penampilan kalian.”
Semua : (diam, deg-degan)
IG : “Kalian ingin nampil di WSB
atau nggak?”
T : “Ng, masih belum tahu, Bu.”
IG : “Kalau Ibu sarankan sih,
kalian nampil. Soalnya cerita kalian bagus, Ibu suka, menarik, dan semuanya
benar-benar berhasil menjiwai peran kalian masing-masing.
Semua : *outer* (tersenyum anggun) *inner* (“HELL
YEAHHH!!!!!!!!”)
T : *inner* (“Kubilang juga apa!”)
Maka
dari itu, setelah Ujian Semester 1 usai, pada class meeting hari ke-4 tanggal 19 Desember 2013 jam… ng, 09.00
lewat sedikit, kami menampilkan pagelaran kelas XII IPS 1 berjudul “KOLONI”
yang dilanjutkan dengan penampilan flashmob
gabungan kelas XII IPS dari IPS 1 sampai IPS 3 turut berpartisipasi. Superb!!!!!!!
Ketiga,
it’s about NEW YEAR EVE 2014!!!!!!! WHOAAAAA, how time flies so
fast! Sudah berada di awal tahun.
Subhanallah, banyak banget yang aku lewati di
tahun bershio ular ini. Lebih banyak duka kayaknya. Yah, nggak dipungkiri juga
sih sukanya juga ada. Berkali-kali berada di posisi puncak dalam dunia
Cheerleading se-Kota Batam, misalnya. Itu anugerah nggak terkira dari Tuhan,
untuk mengangkat posisi tim-ku ke nomor 1.
| Shabuya Cheer Squad, Temenggung Sport Hall. Friday, September 20, 2013 |
Perjalanan yang panjang dan tak mengenal lelah. Kemudian, pada bulan-bulan terakhir posisiku di kelas 3 ini, aku mendapat kesempatan untuk berkenalan dan mengobrol dengan teman-teman yang dulu tak pernah kuajak bicara. Rasanya seperti baru berkenalan, padahal kami sudah mengetahui satu sama lain selama SMA ini. Hanya saja sekedar tahu. Dukanya… yah masih di seputar percintaan. Masih banyak orang-orang yang datang dan pergi. Banyak juga pengalaman pahit tentang cinta. Huhu, menyedihkan. Tapi tetap, aku harus bangkit. Karena semua itu mengajarkan pengalaman. Duh, klasik banget ya-_-
Keempat,
aku sudah menyusun draft untuk proyek novelku selanjutnya. Ya, ya, aku sudah
berkali-kali bongkar-pasang novel, menyusun dan mendeletenya. Dan setelah
melanglang buana menyicipi berbagai genre, aku kembali ke peraduanku ke genre
fantasi setelah menonton film besutan Disney berjudul Frozen. Aaaaaah, you guy
should watch it!! Keren banget! Yah, walaupun alurnya agak cepat, tapi bagus
banget!!! Dari sana, aku mencoba lagi membangun mimpiku sebagai penulis. Doakan,
ya!
Jadi
begitulah, banyak yang terjadi dalam sebulan ini. Termasuk timbangan yang
jarumnya semakin mengarah ke kanan. Aaaaaaaaaargh, tidakkkkkkkkkk!!! Yeah,
doakan berat badanku bisa menyusut normal. HUHU


Tidak ada komentar:
Posting Komentar